Mengenang Live Aid 1985, Konser Amal Bertabur Bintang

Demi menggalang dana untuk bencana kelaparan di Afrika, bintang-bintang musik dunia tampil memeriahkan konser amal Live Aid pada 13 Juli 1985. Konser yang digelar di Stadion Wembley, London, Inggris, itu menghadirkan Elton John, David Bowie, U2, Spendau Ballets, Sting, Phil Collins, dan Queen. Live Aid juga dihelat secara simultan di Stadion John F Kennedy, Amerika Serikat, yang dimeriahkan Madonna, Judas Priest, Eric Clapton, Bob Dylan, dan Led Zeppelin. Dilansir History, Live Aid bermula dari gagasan Bob Geldof, penyanyi grup rock Irlandia, Boomtown Rats, setelah pulang dari Ethiopia.

Pada 1984, Geldof mengunjungi Ethiopia setelah mendengar berita kelaparan mengerikan yang telah membunuh ratusan ribu orang dan mengancam akan membunuh jutaan lainnya. Setelah kembali ke London, ia mengumpulkan artis pop top Inggris dan Irlandia untuk bersama-sama merekam sebuah single berjudul “Do They Know It’s Christmas?”. Justin-Lee Schultz, Si Cabe Rawit Artikel Kompas.id Lagu itu ditulis oleh Geldof dan penyanyi Ultravox Midge Ure dan dibawakan oleh Band Aid. Lagu tersebut menjadi single terlaris di Inggris pada saat itu dan mengumpulkan lebih dari 10 juta dollar AS untuk bantuan pangan Ethiopia. Dengan berlanjutnya krisis di Ethiopia, Geldof kemudian mengusulkan Live Aid, sebuah konser amal global yang bertujuan mengumpulkan lebih banyak dana dan meningkatkan kesadaran akan penderitaan banyak orang Afrika. Live Aid dipersiapkan hanya dalam waktu 10 minggu. Selain digelar secara langsung di Stadion Wembley dan Stadion JFK, tiga belas satelit juga menyiarkan langsung acara tersebut ke lebih dari satu miliar pemirsa di 110 negara. Live Aid berhasil mengumpulkan 127 juta dollar AS bantuan pangan bagi negara-negara Afrika. Publikasi yang dihasilkan Live Aid mendorong negara-negara Barat untuk menyediakan gandum yang cukup untuk mengakhiri krisis kelaparan di Afrika saat itu. Penampilan legendaris Queen Dari sekian banyak superstar musik yang memeriahkan Live Aid 1985, penampilan Queen dan sang frontman Freddie Mercury dinilai sebagai yang paling sukses “menyihir” para penonton.

Penampilan Queen dibuka dengan aksi Freddie Mercury berlari memasuki panggung dengan energik dan sangat percaya diri. Freddie tampil dengan kumis khasnya dan mengenakan jeans putih, kaos singlet putih, dan gelang berduri di sekitar lengan kanannya. Ia kemudian duduk di depan piano dan memainkan versi pendek dari “Bohemian Rhapsody”, lalu disambung dengan “Radio Ga Ga”. Selama lagu itu, Freddie bangkit dan berjalan mondar-mandir di sekitar panggung sembari membawa mikrofon dan penyangganya.

Ia mengajak penonton yang bersemangat untuk bergabung dengan paduan suara. Freddie memimpin 72.000 orang yang hadir di Wembley dalam koor vokal “ay-oh.” Kemeriahan itu kemudian disambung dengan lagu “Hammer To Fall” yang ditulis oleh gitaris Queen, Brian May. Freddie yang sudah memakai gitar elektrik kemudian menyapa penonton. Justin-Lee Schultz, Si Cabe Rawit Artikel Kompas.id “Lagu berikutnya ini didedikasikan untuk orang-orang baik yang hadir di sini malam ini, yang berarti kalian semua. Terima kasih telah datang, kalian membuat ini menjadi momen yang luar biasa,” uca Freddie. Ia kemudian membawakan penampilan yang energik dan penuh semangat dari komposisinya sendiri, “Crazy Little Thing Called Love”. Setelah versi pendek dari “We Will Rock You,” penonton yang tak henti-henti bersorak disuguhi lagu final “We Are The Champions”.

Saking hebatnya penampilan Queen, Elton John bahkan tak bisa menahan diri untuk menyambangi trailer Freddie seusai pertunjukan usai. “Dasar bajingan, kau benar-benar mencuri pertunjukan,” kata Elton dengan nada bercanda kepada Freddie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *