for Revenge Gandeng YB dan Tepe di Single “Museum Duka”, Bicara tentang Kehilangan dan Belajar Melepaskan

JAKARTA Band asal Bandung, for Revenge, kembali menghadirkan karya baru lewat single “Museum Duka”, sebuah kolaborasi yang mempertemukan mereka dengan YB alias Reza Arap dan drummer Tepe. Lagu tersebut resmi dirilis pada 4 September 2026 melalui berbagai platform musik digital di bawah naungan Sony Music Entertainment Indonesia.

Kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan tiga nama dengan latar musikal berbeda. “Museum Duka” lahir dari hubungan kreatif yang sebelumnya telah terbangun ketika for Revenge, YB, dan Tepe tampil bersama di sebuah festival musik, membawakan lagu “Serana” dan “Penyangkalan.” Dari pertemuan tersebut, muncul gagasan untuk membawa chemistry di atas panggung ke dalam sebuah karya baru.

Berawal dari Sebuah Pertemuan di Atas Panggung

Menurut vokalis for Revenge, Moch Boniex Nurwega, kehadiran Tepe memiliki peran penting dalam mempertemukan bandnya dengan YB.

Tepe sebelumnya beberapa kali tampil bersama for Revenge sebagai drummer. Dari hubungan tersebut, terbuka kesempatan bagi for Revenge dan YB untuk membangun komunikasi kreatif hingga akhirnya menghasilkan “Museum Duka.”

Bagi for Revenge, proyek ini sekaligus menjadi tantangan. Mereka harus menyatukan karakter musikal masing-masing menjadi sebuah lagu yang tetap memiliki identitas kuat, tetapi mampu memberikan ruang bagi setiap kolaborator.

Boniex dan YB turut terlibat dalam proses penulisan lagu, sementara Tepe mengambil peran sebagai drummer.

“Museum Duka” Menjadi Ruang untuk Menyimpan Kenangan

Di balik judulnya yang kuat, “Museum Duka” membawa tema yang sangat dekat dengan perjalanan manusia: kehilangan.

Konsep “museum” digunakan sebagai gambaran ruang personal tempat seseorang menyimpan cerita, wajah, kenangan, dan versi seseorang yang pernah begitu berarti dalam hidupnya.

Bagi for Revenge, duka bukan semata-mata sesuatu yang harus dihapus. Sebaliknya, kehilangan menjadi bagian dari proses menerima kehidupan.

“Duka bukan tentang melupakan, melainkan tentang belajar melepaskan tanpa harus berhenti mengenang.”

Pesan tersebut menjadi inti emosional dari lagu “Museum Duka.”

YB pun melihat lagu ini sebagai karya yang tidak hanya berbicara tentang pengalaman personal para musisinya. “Museum Duka” diharapkan dapat menjadi representasi bagi siapa saja yang pernah kehilangan seseorang dan masih membawa kenangan tersebut dalam kehidupannya.

Kolaborasi yang Mempertemukan Tiga Karakter

Kehadiran YB memberikan dimensi berbeda dalam karya terbaru for Revenge.

Selama ini, for Revenge dikenal dengan karya-karya yang kuat dalam mengeksplorasi tema patah hati, kehilangan, dan pergulatan emosional. Sementara YB memiliki perjalanan musikal yang berbeda, termasuk eksplorasinya di luar format band konvensional.

Pertemuan keduanya membuat “Museum Duka” memiliki daya tarik tersendiri: sebuah karya yang mempertemukan dua karakter kreatif dengan latar berbeda, kemudian diperkuat permainan drum Tepe.

Kolaborasi tersebut juga menjadi salah satu pengalaman penting bagi YB karena “Museum Duka” merupakan kolaborasinya dengan sebuah band sekaligus menjadi proyek yang membawanya bernyanyi dalam bahasa Indonesia.

YB Turut Duduk di Kursi Sutradara

Tidak berhenti pada proses musik, YB juga mengambil peran di balik kamera.

Ia menyutradarai video musik “Museum Duka” bersama Muhammad Fiqih Firdaus, sehingga keterlibatannya dalam proyek ini mencakup sisi musikal sekaligus visual.

Kehadiran video musik tersebut melengkapi pesan utama lagu: bagaimana manusia berhadapan dengan kenangan setelah kehilangan dan bagaimana seseorang perlahan belajar berdamai dengan sesuatu yang tidak bisa dikembalikan.

Sebuah Lagu untuk Mereka yang Pernah Kehilangan

“Museum Duka” pada akhirnya tidak hanya menawarkan sebuah kolaborasi baru.

Lagu ini mencoba memberikan ruang bagi pendengarnya untuk melihat kehilangan dari perspektif yang lebih manusiawi. Tidak semua kenangan harus dibuang, dan tidak semua rasa sakit harus dipaksa hilang.

Ada kalanya seseorang memang perlu menyimpan sebagian masa lalu—bukan untuk terus hidup di dalamnya, tetapi untuk mengakui bahwa pernah ada sesuatu yang begitu berarti.

Dengan “Museum Duka”, for Revenge, YB, dan Tepe mengubah pengalaman kehilangan menjadi sebuah karya bersama.

Sebuah lagu tentang duka, kenangan, dan keberanian untuk melepaskan tanpa harus melupakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *